Kurikulum



                                                                     KURIKULUM
 Play Group & Taman Kanak- Kanak Islam
INSAN CENDEKIA

Tujuan Instruksional Umum.( TIU )
  • Membangun dan menghasilkan generasi yang tangguh secara fisik dan psikis yang memiliki kecerdasan sesuai dengan potensinya.
  • Mengembangkan seluruh potensi anak secara optimal.
  • Memberikan layanan pengasuhan, perawatan dan pendidikan yang tepat sesuia dengan kebutuhan dan karakteristik perkembangan anak.
  • Memberikan stimulasi dan intervensi pendidikan dengan mendeteksi perkembangan anak normal dan berkebutuhan khusus secara optimal.

      Program kegiatan belajar di PG & TK INSAN CENDEKIA ISLAMI EDUCARE meliputi dua program yaitu : program kegiatan kurikuler dan program kegiatan ekstra kurikuler.Kedua program ini dalam pelaksanaan pembelajarannya diaplikasikan dengan model pembelajaran Sentra bermain aktif yang berisi berbagai variasi kegiatan bermain seraya belajar yang merupakan cirri dari kelas Berpusat pada Anak  Child Oriented )

Ruang Lingkup kedua program kegiatan diuraikan berikut ini :
  1. Program kegiatan kurikuler
      Program kegiatan kurikuler adalah program yang disusun berdasarkan kurikulum Diknas / Kurikulum berbasis kompetensi (KBK)dan disesuaikan dengan cirri khas ISLAMI EDUCARE. Program ini terdiri dari 6 aspek pengembangan, Yaitu :

1)      Pengembangan Moral dan Nilai Agama
Meliputi pembiasaan perilaku positif, penanaman kemandirian dan ketakwaan ( IMTAQ ). Pengembangan ini mengarah pada pencapaian kecerdasan spiritual.
2)      Pengembangan Sosio Emosional
Meliputi pengembangan Perasaan dan Emosi serta pengembangan kemampuan social / Sosialisasi untuk peningkatan kepekaan terhadap kehidupan bermasyarakat. Pengembangan ini mengarah pada pencapaian kecerdasan Intrapersonal, Kecerdasan Iterpersonal dan Naturalistik.
3)      Pengembangan Bahasa
Meliputi pengembangan Bahasa agar anak mampu berkomunikasi secara aktif dan pasif dengan Lingkungan. Pengembangan Bahasa mengarah pada pencapaian kecerdasan Linguistik.
4)      Pengembangan Kognitif
Meliputi pemgembangan Matematika permulaan dan Sains permulaan. Pengembangan ini mengarah pada pencapaian kecerdasa Logika Matematika dan Kecerdasan Visual Spatial.
5)      Pengembangan Seni
Meliputi pengembangan seni musik dan seni Tari Sederhana serta keterampilan membuat karya kreatif ( kerajinan Tangan ). Pengembangan seni mengarah pada pencapaian kecerdasan musical dan Visual Spatial.
6)      Pengembangan Fisik
Meliputi pengembangan motorik halus ( Fine motor ) dan motorik kasar ( gross motorik ), Untuk pertumbuhan dan kesehatan anak. Pengembangan fisik mengarah pada pencapaian kecerdasan Body Kinestetik.
          Setiap program pengembangan tersebut diatas ( 6 aspek pengembangan ), terdiri beberapa indicator kemampuan dasar yang ingin dicapai. Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajarannya, setiap kemampuan dasar yang diajarkan dikaitkan dengan tema yang berlaku untuk waktu tertentu. Tema ini kemudian dijabarkan menjadi tema yang lebih khusus atau lebih spesifik ( sub Tema ). Sub tema dipilih dan ditentkan berdasarkan kesepakatan bersama tim guru ISLAMI dengan memperhatikan lingkungan anak, minat dan kesukaan belajar anak serta disesuaikan dengan ketersediaan Fasilitas belajar disekolah.
        Tujuan penggunaan tema adalah agar kegiatan belajar yang diciptakan dapat lebih bermakna ( meaning full ), menarik dan menyenangkan ( fun & enjoyfull ) serta dapat memperkaya pengalaman serta perbendaharaan kata anak.

  1. .Program Kegiatan Ekstra Kurikuler
               Kegiatan ekstra kulikuler adalah kegiatan yang diselenggarakan diluar jam pelajaran, yang merupakan kegiatan pengayaan dari program kurikuler. Program kegiatan Ekstra Kurikuler ISLAMI terdiri dari :
1.      Bahasa Inggris
2.      Menggambar
3.      Belajar Doa-Doa Islam Dan IQRO”
                                   
·         Sentra bermain aktif
Suasana belajar dikelompok bermain adalah suasana Bermain Seraya belajar, dimana terlihat anak melakukan kegiatan bermain yang menyenangkan dan ia tidak merasakan bahwa sesungguhnya ia sedang belajar tentang berbagai hal, Kegiatan bermain yang dilakukan anak berada dalam situasi belajar/situasi yang informal, dimana anak diberikan kesempatan untuk memilih beberapa kegiatan pada sentra bermain aktif /Area kegiatan yang sudah disiapkan oleh guru. Sentra bermain adalah area kegiatan yang dirancang didalam diluar kelas, Yang berisi berbagai kegiatan bermain, dengan bahan-bahan yang dibutuhkan disusun berdasarkan kemampuan anak serta sesuai dngan tema yang dikembangkan dan dikembangkan terlebih dahulu.  Sentra memungkinkan anak memanipulasi terhadap berbagai objek, terlibat dalam Role Playing, saling bercakap-cakap dengan teman-temannya, bereksplorasi, berinteraksi secara fisik, Emosional, social serta kognitif dan serta kegiatan variatif menarik lainnya.
            Sentra memberikan kesempatan pada anak untuk bermain baik secara invidual, kelompok kecil maupun kelompok besar, dan bahkan secara klasikal. Anak diperbolehkan memilih kegiatan yang menarik baginya dan akhirnya akan menjadikan anak sebagai pembelajaran yang aktif dan interaktif. Kegiatan bermain dilakukan anak dalam kelompok kecil disentra atau area yang didalamya terdapat berbagai material bermain. Setiap sentra bermain telah disiapkan oleh guru sesuai dengan program pengembangan yang akan diajarkan kepada anak, diarahkan untuk pencapaian target yang disesuaikan dengan kemampuan dan minat anak ( child Oriented ). Dengan menggunakan Sentra bermain aktif, anak-anak akan terlibat secara aktif baik secara fisik maupun mental karena anak mendapatkan berbagai pengalaman belajar dengan melihat, mendengar dan mengerjakan secara langsung/praktek langsung ( Learning By Doing ).

    Berbagai Sentra Bermain Aktif yang akan disiapkan adalah :
  • ·         Sentra ImTaq
Sentra  ini berisi berbagai kegiatan untuk menanamkan nilai-nilai agama, keimanan dan ketakwaan keppada Tuhan Yang Maha Esa. Kegiatan yang dilakukan merupakan kegiatan yang sederhana dan menyenagkan bagi anak mengingat bahwa pengenakan dan pemahaman terhadap agama merupakan suatu konsep yang abstrak yang perlu diterjemahkan menjadi aktivitas yang konkret bagi anak. Bahan-bahan yang disiapkan adalah berbagai bangunan ibadah berbentuk mini, alat-alat ibadah, buku-buku nerita, gambar0gambar dan alat permainan lain yang bernuansa islami.
  • ·         Sentra Bermain Balok
Sentra balok berisi macam-macam balok dengan berbagai bentuk dan ukuran untuk menciptakan bangunan yang diimajinasikan anak atau bangunan lain yang telah dikenal seperti rumah, kebun binatang, gedung perkantoran, jembatan, dll. Melalui kegiatan membangun balok, anak mengembangkan kemampuan berfikir dan memecahkan masalah serta memperkuat daya konsentrasi. Benda-benda seperti mobil, truk, orang-orangan/boneka, hewan, kapal terbang, kain dapat ditambahkan sebagai pelengkap bermain balok. Benda-benda ini diberikan setelah anak selesai membuat bangunan dengan balok untuk kegiatan microplay,
  • ·         Sentra Peran
Sentra ini memiliki berbagai pakaian dan aksesoris yang mendorong anak untuk memperagakan apa yang mereka lihat dalam kehidupan sehari-hari, membantu anak untuk mamahami duniamya dan memainkan berbagai macam peran, Pemilihan berbagai benda/pakaian dan aksesoris tergantung pada minat anak pada saat itu. Guru menyiapkan berbagai perlengkapan bermain peran yang berbeda setiap minggu.
  • ·         Sentra Seni
Melalui bahan-bahan baru dan pengalaman fisik secara langsung, sentra seni dapat menimbulkan rasa senang, mengembangkan dan mengeksplorasi daya kreativitas anak, memacu komunikasi verbal dan nonverbal, kepercayaan diri, perkembangan motorik halus dan kasar serta kemampuan intelektual anak. Bahan-bahan yang digunakan antara lain : kertas, cat air, krayon, spidol, gunting,kapur,lilin, kain, potongan bahan-bahan/gambar untuk digunting dan ditempel dan bahan-bahan seni lainnya. Bahan alami juga dapat digunakan seperti kayu, daun-daun, pasir, batu, kulit telur dan lain-lain.
  • ·         Sentra Persiapan
Sentra persiapan meliputi barbagai kegiatan persiapan membaca permulaan, menulis permulaan untuk anak. Kegiatan persiapan ini harus dilaksanakan dalam suasana bermain. Bahan-bahan untuk kegiatan menyimak, menulis dan matematika. Berbagai kegiatan bermain di sentra ini dapat membantu anak belajar mencocokan, berhitung, dan mengelompokkan serta menciptakan sendiri permainan yang mereka sukai dan berlatih kemampuan berbahasa. Sentra persiapan akan mengembangkan kemampuan intelektual anak, otot halus, koordinasi mata-tangan, belajar keterampilan social seperti berbagi, bernegosiasi, dan memecahkan masalah,
  • ·         Sentra Bahan Alam dan Sains
Sentra ini memberikan banyak kesempatan bagi anak untuk menggunakan panca inderanya, dengan cara mengeksplorasi bahan-bahan alami, menciptakan, berfikir, dan berkomunikasi serta melatih otot halus dan kasarnya. Kegiatan sains mencerminkan langsung minat anak terhadap kejadian-kejadian alamiah dan berbagai benda yang ditemukan anak. Konsep-konsep matematika, IPA, gagasan-gagasan ilmiah dan kreativitas juga dapat dikembangkan diseentra in. Bahan-bahan yang diperlukan adalah daun, ranting kayu pasir, batu, biji-bijian dll, sedangkan alat yang dapat dignakan diantaranya adalah sekop, saringan, kerucut, ember, dll
  • ·         Sentra Musik
Musik dapat dilakukan sepanjang hari aktivitas anak untuk menyatukan kegiatan belajar melalui bernyanyi, menggerakkan tangna, menari dan memainkan alat-alat musik atau menyimak dengan dengan tenang, Sentra musik dengan berbagai jenis alat musiknya, dapat mengembangkan panca indera anak, memperkuat otot halus dan kasar serta mendorong kreativitas.
  • ·         Area Kegiatan Diluar Kelas ( Out Door Area )
Kegiatan diluar kelas merupakan bagian yang penting dalam jadual kegiatan sehari-hari karena anak dapat belajar mengenal lingkungannya dan mengembangkan kecintaan terhadap lingkungan sehinnga membantu anak memahami bagaimana menempatkan diri didunianya, anak juga akan belajar ilmu pengetahuan alam, matematika, keterampilan social, serta meningkatkan penggunaan otot-otot halus dan kasar ketika melakukan kegiatan diluar kelas.
          Jenis-jenis sentra yang dipaparkan diatas tidaklah mutlak, artinya guru dapat mengembangkan lagi jenis-jenis sentra lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan bermain anak dan perkembangan ilmu pengetahuan serta kondisi lingkungan.